LIVE STREAMING

NOW PLAYING:
INDIKA MALAM

LIFESTYLE


Tips Mengatur Keuangan Setelah Menikah

 

22 September 2016

Menikah memang menjadi keinginan banyak orang di dunia. Tapi bagaimana setelahnya? "Mengelola keuangan pada saat bujangan dan menikah sangatlah berbeda," kata Devino Rizki Arfan (www.devinorizki.com), seorang perencana keuangan independen. "Sebab, setelah menikah banyak perubahan pola pikir keuangan yang harus dilakukan." Devino mengamati berbagai hal yang berhubungan dengan keuangan, mulai dari berbagi rekening bank, menetapkan tujuan keuangan, asuransi , dan masih banyak lagi. Dan karena uang merupakan hal yang cukup emosional dan salah satu penyebab utama perceraian, keberhasilan pernikahan kamu juga  ditentukan oleh kebiasaan keuangan yang kamu dan pasangan bangun sejak awal. Untuk membangun permulaan yang baik, Devino membagi menjadi 10 langkah: Mulai Menabung. Kamu mungkin telah menghabiskan seluruh tabungan untuk melangsungkan pernikahan. Nah sekarang waktunya untuk membangun kembali. Sebagai awal, kumpulkan paling tidak sebanyak 6 bulan pengeluaran bulanan sebagai dana darurat. Selain itu mulai juga perencanaan pensiun kamu dari tempat kerja dengan menginvestasikan uang dalam portofolio yang terdiversifikasi sesuai dengan tujuan keuangan keluarga. Ucapkan selamat tinggal pada rekening terpisah. Ketika telah menikah, uang bukan milikmu atau milikku, tapi milik berdua. Buatlah satu rekening giro atau tabungan untuk tujuan keuangan bersama. Perbarui penerima manfaat. Ubah semua penerima manfaat pada polis asuransi, program pensiun, reksadana, dan surat berharga lainnya dengan nama pasangan kamu. Hal ini sebenarnya tidak mutlak dilakukan, terutama apabila kamu dan pasangan belum mempunyai anak. Namun terkadang sangat diperlukan, terutama apabila kamu tidak punya orang lain lagi untuk dipercaya. Utang. Jika pasangan kamu belum tahu menahu tentang utang kamu, hal tersebut lebih baik dibicarakan. Dengan demikian kamu dapat memutuskan bagaimana kamu berdua akan melunasi pinjaman tersebut Cari tahu ke mana uang kamu habis. Kamu dan pasangan perlu bekerja sama untuk melacak pengeluaran keluarga. Lebih mudah untuk melakukan evaluasi dan mencapai tujuan keuangan bila kamu mengerti dengan saksama kemana saja uang dihabiskan dan bagaimana pola pengeluaran. Buat kesepakatan tentang pengeluaran keluarga. Seperti layaknya lajang, kamu berdua pasti telah mendapatkan dan menghabiskan uang selama bertahun-tahun tanpa berkonsultasi pada siapa pun. Sayangnya hari-hari tersebut akan berakhir setelah menikah. Bisa dicoba untuk mendiskusikan dengan pasangan tentang pendekatan dan kebiasaan kamu untuk menangani uang. Apakah satu orang pemboros dan satu lagi hemat? Buatlah aturan untuk menangani perbedaan, mungkin menetapkan batas pengeluaran bulanan untuk setiap orang atau menjanjikan untuk menyimpan sejumlah tertentu setiap bulan untuk mencapai suatu tujuan bersama. Prioritaskan pembelian. Bagian dari menikah berarti bersama-sama memutuskan bagaimana membelanjakan uang kamu. Buatlah daftar pembelian yang akan datang – biaya sekolah anak, rumah, mobil, furnitur ruangan atau hewan peliharaan - dan memprioritaskan mereka daripada pengeluaran lain. Konsolidasi kartu kredit kamu. Hindari memiliki kartu kredit lebih dari yang kamu butuhkan. Hal ini juga membuat lebih mudah untuk melacak pengeluaran rumah tangga. Beli asuransi jiwa. Jika pendapatan kamu berdua dipakai untuk membayar pengeluaran bulanan kamu dan sebagian besar pasangan melakukan pastikan kamu berdua memiliki asuransi jiwa yang cukup untuk saling melindungi. Hal ini mutlak dilakukan apabila kamu berdua sudah mempunyai tanggungan, misalnya anak atau orang tua. Mengatur dokumen. Pastikan kamu berdua tahu di mana dokumen penting disimpan. Ini termasuk akte kelahiran dan pernikahan, kartu Jaminan Sosial, bank dan informasi rekening investasi, dan catatan pajak. Hal ini memudahkan kita untuk mencari dokumen tersebut saat dibutuhkan.