LIVE STREAMING

NOW PLAYING:
-

LIFESTYLE


Tips Nyaman dan Betah Bekerja di Kantor

 

06 September 2016

Tidak sedikit orang mengeluhkan kondisi pekerjaan kantornya. Mulai dari alasan gaji yang kurang, ruang kerja yang sempit, bos yang galak, rekan kerja yang menyebalkan, tugas yang bertumpuk hingga sistem dan jam kerja yang berlebihan dari perjanjian kerja yang tertulis. Hal-hal tersebut membuat seseorang menjadi tidak nyaman bekerja di kantornya. Akibat ketidaknyamanan itu secara tidak langsung akan mempengaruhi semangat produktivitasnya. Prestasi menurun dan jenjang karir terhambat. Ujung-ujungnya, merasa tidak betah dan memilih mengundurkan diri (resign).

Apakah keputusan untuk resign adalah keputusan yang tepat? Coba pikirkan ini.

Mencari pekerjaan yang baru tidaklah mudah. Tiap kantor juga memiliki kondisi dan sistem kerja tersendiri. Bisa jadi di kantor yang baru, kamu juga akan menemukan ketidaknyamanan sama seperti di kantor kamu sebelumnya. Semakin sering kamu merasa tidak nyaman maka semakin besar kemungkinan kamu untuk mengambil keputusan resign dari pekerjaan. Alhasil kamu tidak akan pernah memiliki karir yang mantap, karena selalu resign dan berpindah-pindah kerja. Saat kamu memilih resign dan pindah kerja ke tempat lain, itu berarti kamu harus memulainya dari nol kembali. Sayang dong? ­­­

Bagaimana seharusnya? Yang harus kamu lakukan adalah membuang rasa jenuh kamu. Mengabaikan ketidaknyamanan itu dengan memperbaiki cara berpikir, pola pergaulan dan sistem kamu bekerja di kantor kamu saat ini. Semua itu bertujuan agar kamu bisa merasa betah di kantor dan tidak sering memutuskan untuk resign.

Ada beberapa tips yang bisa di lakukan untuk mengurangi rasa ketidaknyamanan dan membuat kamu jadi betah bekerja di kantor, yaitu:

Idealistis vs Realistis

Banyak orang yang terjebak dalam kesulitan hanya karena konsep pemikirannya yang terlalu idealis. Idealis identik dengan cara berpikir yang kaku, yang selalu mengacu pada kaidah teori yang ideal.

Sah-sah saja sih kalau kamu termasuk orang yang “idealis”. Namun ingat, apa yang ada di depan mata adalah realitanya. Untuk beberapa hal tertentu, rasanya tidak salah kalau kamu harus berpikir lebih realistis. Dengan berpikir realistis, maka sebenarnya kamu akan menjadi pribadi yang lebih fleksibel dan mudah menyesuaikan diri. Jangan pernah berpikir bahwa bekerja di kantoran selalu senyaman yang kamu bayangkan. Banyak hal yang terkadang tidak sesuai teorinya namun realitanya tidak bisa dibantah. Kamu tidak akan pernah bisa merasa nyaman kalau kamu tidak mengubah pola pikir kamu yang terlalu kaku. Hadapi dengan bijak realita yang ada di dunia kerja. Jangan hindari realita yang ada dengan terlalu mudah mengambil keputusan untuk resign. Apakah ini berarti kita tidak boleh menjadi pribadi yang idealis? Jawabannya tentu boleh-boleh saja, tapi tetap pada tempatnya dan dalam takaran yang wajar. Bila tidak, akan susah sendiri nantinya.

Berpikir terbuka

Kantor umumnya memiliki lebih dari satu orang yang bekerja di dalamnya. Semakin besar perusahaan tempat kamu bekerja, semakin banyak pula tenaga kerja yang dikerahkan untuk bekerja di perusahaan tersebut. Semakin banyak rekan kerjamu, maka akan semakin banyak pula kamu menemukan perbedaan-perbedaan di dalamnya. Masing-masing orang yang bekerja didalamnya memiliki cara sendiri-sendiri untuk bisa menyelesaikan dan mencapai tujuannya. Masing-masing dari mereka juga punya konsep atau ide dan pandangan tersendiri untuk berproduktivitas di kantor yang sama denganmu. Perbedaan-perbedaan seperti itu haruslah dilandasi dengan rasa saling menghormati. Ketika kamu mencoba menyampaikan sebuah gagasan, jangan berharap semua rekan kerjamu pasti menyetujui gagasan yang kamu usulkan. Jangan lekas berkecil hati bila itu terjadi. Berpikirlah terbuka. Ketidaksetujuan rekan-rekan kerja kamu itu tentu memiliki alasan masing-masing. Dengarkan alasan-alasan tersebut. Alasan yang baik bisa kamu jadikan masukan untuk gagasan yang kamu punya. Dan kamu juga harus siap menghadapi konflik yang terjadi bila sewaktu-waktu terjadi benturan sikap yang tidak bisa dihindari antara sesama rekan kerja. Dengan berpikir terbuka kamu akan lebih siap menghadapi segala sesuatu yang terkadang tidak selalu sesuai dengan cara berpikir kamu.

Komunikasi yang lancar

Penyebab utama munculnya konflik sesama rekan kerja di kantor disebabkan karena komunikasi yang tidak lancar. Cobalah untuk membangun komunikasi yang baik antar sesama rekan kerja maupun komunikasi dengan atasan kamu. Jangan sungkan-sungkan menyampaikan sesuatu yang ada di hati maupun di pikiran selama itu tujuannya untuk kebaikan bersama.

Kebanyakan orang seringkali menahan-nahan diri untuk tidak mengutarakan isi hatinya tentang masalah kerja maupun masalah hubungan intra personal yang dihadapi di kantornya. Alasannya takut, segan atau malu untuk membicarakannya. Kamu tidak akan bisa merasa betah bila ada sesuatu yang mengganjal hati dan pikiran kamu. Diam tak akan menyelesaikan masalah. Tanpa komunikasi yang baik, orang lain tidak akan mengetahui apa yang sedang kamu pikirkan, tidak mengetahui ide brilliant yang kamu miliki, dan tidak mengetahui tujuan kamu. Alhasil kamu akan disepelekan dan dianggap tidak komunikatif.

Adaptasi dengan sistem yang sudah ada

Ketika kamu baru pertama kali diterima bekerja di sebuah kantor, maka langkah yang harus segera dilakukan adalah beradaptasi dengan sistem kerja yang sudah ada. Jangan coba-coba mengatur ini dan itu. Jangan pula lancang mengubah sistem yang sudah ada. Ikuti aturan “mainnya”. Berkontribusilah dengan baik untuk perusahaan kamu tanpa banyak mengeluh. Semakin kamu bisa beradaptasi, semakin mudah bagi kamu untuk bekerjasama dengan rekan-rekan sesama dan makin mudah pula bagi kamu untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada.

Memiliki loyalitas

Loyalitas adalah bagian integritas dari seorang karyawan. Loyalitas juga termasuk bentuk pengorbanan karyawan untuk kemajuan perusahaan tempatnya bekerja. Terkadang atasan kamu meminta untuk pulang lebih lama dari jam operasional kantor untuk membantu menyelesaikan suatu tugas tertentu. Jangan mengeluh! Lakukanlah dengan hati yang ikhlas. Toh, tidak akan selamanya atasan meminta kamu untuk bekerja lebih lama dari jam kerja biasanya. Loyalitas kamu akan dinilai oleh atasan dan bagian HRD. Selalu ada reward bagi karyawan yang berloyalitas untuk perusahaannya. Bentuknya rewardnya bermacam-macam, bisa berupa bonus, kenaikan gaji, atau bahkan kenaikan pangkat. Cukup menggiuran, bukan?

Inisiatif

Meskipun kamu melakukan tugas berdasarkan perintah dari atasan, tidak ada salahnya bila sekali-kali kamu melakukan pekerjaan yang sekiranya belum sempat diinstruksikan oleh atasan untuk kamu. Ada kalanya seorang atasan lupa tentang apa saja yang harus ia perintahkan kepada bawahannya. Beban berat seorang atasan tentu harus dimaklumi. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya bila kamu ikut mengingatkannya atau berinisiatif mengerjakan tugas sebelum atasan kamu memberi perintah. Jangan lupa pula untuk aktif pada saat meeting berlangsung. Sampaikan gagasan-gagasan kamu di depan forum. Dengan begitu, kamu akan dianggap sebagai karyawan yang kreatif dan inovatif. Sudah tentu kamu akan mendapat perhatian yang khusus dari rekan dan atasan kamu. Efeknya akan membuat senang dan betah bekerja di kantor.

Jangan menunda pekerjaan!

Penyebab pekerjaan yang menumpuk adalah karena sering menunda-nunda untuk menyelesaikannya. Dan itu akan membuat kamu kewalahan. Pekerjaan yang menumpuk akan membuat beban kerja terasa lebih berat. Padahal sesungguhnya volume kerja kamu sama dengan volume kerja rekan kerja lainnya. Hanya, dengan melihat tumpukan kertas kerja dan deadline yang semakin dekat akan membuat kamu merasa dibebani dengan kapasitas kerja yang sangat besar. Lama-lama kamu akan merasa tersiksa dan jenuh dengan pekerjaan-pekerjaan yang dihadapkan di depan. Akhirnya ceritanya bisa ditebak, kamu stress, tidak betah dan selanjutnya memilih mengundurkan diri.

Bersahabatlah!

Rekan kerja merupakan keluarga kedua yang kamu miliki setelah keluarga kamu di rumah. Jalin hubungan yang baik dengan sesama rekan kerja dan atasan. Jadikan mereka sahabat-sahabat. Semangat berkompetisi antara satu dengan yang lainnya boleh-boleh saja. Namun, sportifitas dan tenggang rasa harus tetap dijunjung. Bila rekan-rekan kerja bisa menjadi sahabat baik kamu di kantor, maka suasana kerja akan semakin menyenangkan. Siapa yang betah bekerja di kantor bila didalamnya adalah musuh-musuh bebuyutan semua. Yang ada kamu akan merasa terkucil dari lingkungan sosial di kantor kamu.

Percantik ruang dan meja kerja

Ruang kerja yang bersih dan meja kerja yang rapi tentu akan membuat siapa saja betah berlama-lama di dalamnya. Bila kamu diberi satu ruangan sendiri, maka kamu bebas untuk menata interiornya. Namun, bila kamu ditempatkan pada suatu ruangan yang isinya bukan hanya kamu seorang diri, maka kamu tidak berhak untuk menata ruangan tersebut dengan selera kamu sendiri.

Setidaknya bila kamu ditempatkan satu ruangan dengan beberapa orang rekan kerja, kamu bisa menata meja kerja sendiri. Rapikan tumpukan kertas kerja dan alat-alat tulisnya. Bila kamu mau, kamu juga bisa meletakkan vas bunga ukuran kecil, foto orang terkasih atau miniatur mobil-mobilan kesayangan kamu. Selama barang-barang itu tidak mengganggu kenyamanan kamu di meja kerja, maka tidak ada larangan bagi Anda untuk meletakkannya.

Demikianlah tips-tips yang bisa kamu coba. Semoga berguna dan bisa membuat kamu lebih betah bekerja di kantor kamu saat ini ya.