LIVE STREAMING

NOW PLAYING:
INDIKA MALAM

LIFESTYLE


"Traveling" dengan Anak Balita, Bawa "Stroller" atau "Baby Carrier"?

 

26 July 2016

Berliburbersama buah hati tentu sangat menyenangkan. Namun, pertanyaan yang biasanya muncul, apakah perlu membawa stroller (dorongan bayi) atau cukup baby carrier (gendongan bayi)? Nah, agar tepat memilih, apakah membawa stroller atau cukup membawa baby carrier, simak tips berikut ini. Membawa stroller ketika liburan jika: - Bepergian dengan anak berusia 3 tahun ke atas. - Kalau anak sudah terlalu berat untuk digendong dan Anda merasa tak sanggup meski bergantian dengan pasangan. - Liburan lama, lebih dari dua hari dan banyak melibatkan jalan kaki. - Liburan ke negara maju karena infrastruktur sudah memadai. - Liburan ke tempat-tempat wisata yang mendukung dan stroller-friendly. - Stroller dibuat dari material yang enteng dan mudah untuk dilipat. Membawa baby carrier ketika liburan jika: - Bepergian dengan bayi newborn atau kurang dari 2 tahun. - Traveling ke beberapa tempat dan terus berpindah. - Waktu bepergian tidak terlalu lama, maksimal 2 hari. - Kondisi atau medan destinasi yang agak berat, misalnya candi, bukit, dan area lainnya yang mengharuskan kita menanjak. Meski terbilang praktis, baby carrier juga punya kelemahan, yaitu bergantung pada stamina si penggendong. Apalagi jika menggendong dalam waktu cukup lama, pundak pasti akan terasa sangat pegal. Untuk menyiasatinya, gendonglah buah hati secara bergantian dengan pasangan. Saat ini, banyak baby carrier yang juga didesain dan bermotif unisex. Artinya, ketika pasangan menggunakan baby carrier, dia tak masalah dengan motif atau gambar baby carrier tersebut. (Sumber: kompas.com)