Kumparan News

Bongkahan Batu Tutup Jalan Trans Sulawesi di Majene Pascagempa 5,9 Magnitudo

todayJanuary 14, 2021 3

Bongkahan Batu Tutup Jalan Trans Sulawesi di Majene Pascagempa 5,9 Magnitudo
share close
Bongkahan Batu Tutup Jalan Trans Sulawesi di Majene Pascagempa 5,9 Magnitudo
Bongkahan batu besar yang jatuh dari tebing usai gempa 5,9 magnitudo menutup sebagian ruas Jalan Trans Sulawesi Mamuju-Majene. Foto: Dok. Istimewa

MAJENE – Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,9 magnitudo mengguncang wilayah Sulawesi Barat sekitar pukul 14.35 WITA, Kamis (14/1). Data BMKG, gempa ini berpusat pada jarak 4 kilometer arah barat laut Kabupaten Majene, Sulbar, pada kedalaman 10 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” jelas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, dalam keterangannya yang diterima Sulbar Kini.

Bambang menyebutkan, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Namun, kuatnya getaran gempa yang dirasakan membuat sebagian warga di Mamuju sempat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Selain itu, gempa juga menyebabkan kerusakan rumah warga di Kecamatan Tapalang, Mamuju, serta menyebabkan ambruknya atap rumah dinas Ketua DPRD Sulawesi Barat.

Getaran gempa juga menyebabkan tebing longsor di Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene dan menutup ruas Jalan Trans Sulawesi Majene-Mamuju.

Bongkahan Batu Tutup Jalan Trans Sulawesi di Majene Pascagempa 5,9 Magnitudo (1)
Longsor di ruas Jalan Trans Sulawesi Majene-Mamuju usai gempa 5,9 magnitudo. Foto: Dok. Istimewa

Padillah, warga Majene, mengatakan ada dua titik longsoran batu di daerah itu, yakni di Dusun Belalang, Desa Onang Utara dan Dusun Lombo’na Desa Tubo Tengah. Bongkahan batu itu menutup badan jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Mamuju-Majene dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

“Itu pun harus jalan di sela-sela kalau mau lewat,” kata Padillah, kepada Sulbar Kini.

Bongkahan batu besar juga menutupi badan jalan di Dusun Belalang, Desa Onang Utara. Batu tersebut jatuh dari atas tebing saat terjadi gempa dan menutup ruas Jalan Trans Sulawesi Mamuju-Majene.

Written by: Kumparan

Rate it

Previous post

Pengusaha Muda Asal Batam Ini Mendukung dan Siap Divaksin COVID-19

Kumparan News

Pengusaha Muda Asal Batam Ini Mendukung dan Siap Divaksin COVID-19

Pengusaha asal Kota Batam, Kepulauan Riau, Lisa Yulia. Foto: Kepripedia.com Pemerintah saat ini tengah menjalankan program vaksinasi untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19. Bahkan, vaksin sudah didistribusikan ke sejumlah daerah, termasuk di Kota Batam, provinsi Kepulauan Riau. Salah seorang pengusaha muda asal Kota Batam, Lisa Yulia, mengungkapkan kesediaannya untuk mengikuti program vaksinasi mengingat situasi pandemi COVID-19 sudah melanda sejak satu tahun belakangan. "Sudah satu tahun pandemi COVID-19 menjadi bagian dari kehidupan […]

todayJanuary 14, 2021 12

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


0%