News

Pedagang Ikan Keluhkan Sulitnya Dapat Oksigen dan Harga Selangit

todayJuly 15, 2021 4

Pedagang Ikan Keluhkan Sulitnya Dapat Oksigen dan Harga Selangit
share close

Sejumlah pedagang ikan hias yang biasa mengirim paketan ikan hias ke berbagai daerah di Indonesia mulai mengeluhkan dampak kelangkaan oksigen yang saat ini terkonsentrasi untuk kebutuhan medis.

“Tanpa oksigen, ikan-ikan yang dikirim tidak bisa bertahan lama dalam kantung plastik tertutup,” terang Moh Majid Makruf, pembudidaya sekaligus pedagang ikan hias asal Desa Bendiljati Wetan, Tulungagung, Jawa Timur dikutip dari Antara, Selasa (13/7).

Dia saat ini hanya bisa mengandalkan oksigen cadangan yang masih tersisa. Banyak pedagang ikan lain yang saat ini kelimpungan tak bisa mengirim pesanan ikan hias karena tak mendapat pasokan oksigen dari agen dan pangkalan.

Di agen pengisian oksigen di Tamanan, misalnya, sejumlah pedagang dan suplier ikan banyak yang harus balik kanan dengan tabung tetap kosong.

Pihak agen pengisian oksigen kini banyak menolak mengisi tabung oksigen untuk komersil karena difokuskan untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis. Baik dari rumah sakit, puskesmas, RSDC, mau pun permintaan warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Prioritasnya sementara, terutama selama PPKM darurat ini adalah untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis. Semua harus bersabar dan memaklumi situasi yang berkembang saat ini. Ini demi kemanusiaan,” ujar Meme, pemilik agen pengisian oksigen di selatan simpang empat Tamanan, Kota Tulungagung.

Akibat kelangkaan oksigen ini, pedagang cenderung menahan pengiriman. Sebagian masih ada yang berhasil memperoleh oksigen dari agen atau pangkalan, namun harganya saat ini juga sudah melambung dua kali lipat.

Written by: indikaFM

Rate it

Previous post

Selama PPKM Darurat, Volume Kendaraan ke Arah Puncak Turun 80 Persen

News

Selama PPKM Darurat, Volume Kendaraan ke Arah Puncak Turun 80 Persen

Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang sudah berjalan lebih dari sepekan. Volume arus kendaraan menuju kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor menurun hampir 80 persen selama PPKM Darurat. "Sudah 80 persen, jadi minim sekali. waktu PPKM dulu kita puter balik itu bisa ratusan kendaraan. Sekarang itu tinggal 100-200 kendaraan yang kita putar balik," kata Kasat Lantas Polres Bogor, Iptu Dicky Pranata, saat dihubungi merdeka.com, Minggu (11/7). Presentase tersebut, lanjut […]

todayJuly 15, 2021 5

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0%
Indika FM

FREE
VIEW