News

Pesepeda Meninggal, Kebijakan JLNT untuk Road Bike Diminta Dihentikan

todayMay 27, 2021 6

Pesepeda Meninggal, Kebijakan JLNT untuk Road Bike Diminta Dihentikan
share close

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai jalur road bike di Jalan Layang Non Tol (JLNT) merupakan kebijakan kontraproduktif. Sebab Jalan Layang Non Tol tidak terjamin keamanannya untuk pesepeda. Apalagi, sehari-hari jalur tersebut juga dilarang bagi sepeda motor karena keamanan.

“Bagi saya, itu kebijakan yang kontra produktif. Artinya begini, kalau untuk motor saja berbahaya apalagi untuk sepeda. Itu kan jalan bebas hambatan dengan ketinggian 18 meter, nah jadi pada akhirnya menurut saya itu menjadi kontra produktif karena masalah keamanan,” ujar Trubus saat dihubungi, Minggu (23/5).

Dia menyoroti salah seorang pesepeda meninggal dunia saat uji coba Jalan Layang Non Tol sebagai road bike pagi ini. Menurut Trubus, hal ini telah membuktikan tidak layak dan berbahaya jalur tersebut untuk pesepeda.

“Artinya itu memang tidak layak karena tekanan anginnya tinggi sekali. Kalau fisiknya tidak kuat betul malah bisa pingsan dan itu jalannya bergelombang tidak rata. Jadi menurut saya, dengan sepeda yang jenis bannya kecil membahayakan,” katanya.

Trubus mendorong kebijakan tersebut tidak dilanjutkan. Jalan Layang Non Tol juga tidak dibangun untuk pesepeda.

Pemprov sebaiknya memikirkan keamanan pesepeda di jalur biasa yang juga masih sering terjadi kecelakaan. Sehingga sebaiknya kebijakan membuka road bike di Jalan Layang Non Tol dikaji kembali.

“Makanya kalau untuk sepeda saya rasa janganlah, karena memang jalannya tidak dikonstruksi untuk pesepeda. Sedangkan jalur pesepeda yang di bawah saja Pemprov tidak jamin kemanannya, sampai Thamrin sampai Sudirman kan sering kecelakaan. Sehingga ini menjadi catatan tersendiri bagaimana kebijakan itu harus dikaji lebih dulu,” ujarnya.

“Jangan sampai merugikan masyarakat karena banyak korban, karena JLNT itu kan sebenarnya jalan bebas hambatan dan tidak untuk sepeda,” ucap Trubus

Written by: indikaFM

Rate it

Previous post

11 Ribu Penumpang Kereta Tinggalkan Jakarta Hari Ini

News

11 Ribu Penumpang Kereta Tinggalkan Jakarta Hari Ini

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sekitar 11.000 penumpang akan meninggalkan Jakarta pada hari ini, Senin (3/5) atau tiga hari jelang larangan mudik lebaran dengan keberangkatan 37 kereta api. Kepala Humas Daerah Operasi KAI I Jakarta, Eva Chairunnisa mengatakan sebanyak 7.000 orang akan berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan 4.000 orang dari Stasiun Gambir. "20 KA yang berangkat dengan ketersediaan tempat duduk (TD) sekitar 10.500. Dari jumlah ketersediaan TD tersebut […]

todayMay 4, 2021 8

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0%
Indika FM

FREE
VIEW